Peran Rendang dan ‘Triangle Concept’ Pada Kuliner Nusantara

 

 

 

Letspaw.com – Pemaparan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, Vita Datau Messakh mengenai Triangle Concept rendang di forum ASEAN Gastronomy Conference yang dilangsungkan di Hotel Shangri-La, Chiang Mai membuat seluruh audiens terpana.

“Silakan Googling. Rendang adalah makanan terlezat di dunia pada tahun 2011 dan 2017,” ungkap Vita Datau. Para ahli gastronomi ASEAN, chef-chef terkenal sampai beberapa stakeholder pariwisata kemudian membisu. Tidak ada yang dapat menampiknya karena gelar tersebut diperoleh dari sebuah media berskala internasional, CNN.

Para audiens tampak semakin bersemangat ketika Vita menjelaskan mengenai filosofi rendang. Filosofi yang dipaparkannya dianggap sangat cocok dengan konsep gastronomi dan berkelanjutan.

“Rendang memenuhi kriteria gastronomi karena di dalamnya terdapat proses pembuatan yang dinamakan ‘marandang’. Dan filosofi dari setiap unsurnya seperti daging mencerminkan prosperity (kesejahteraan), rempah-rempah mencerminkan enhancement (peningkatan), santan kelapa untuk integrator dan cabe merah untuk pelajaran baik,” kata Vita.

Dari rangkaian diskusi dengan para pemegang kepentingan di Indonesia, didapatkan data bahwa kekayaan dan keberagaman gastronomi Indonesia adalah kontribusi dari total 1.34o suku di Tanah Air. dari situlah dapat mengkreasikan makanan tradisional hingga menciptakan lebih dari 5.000 resep makanan.

Selanjutnya, dari hasil diskusi para pakar kuliner, maka munculah konep gastronomi Indonesia yang dinamakan dengan Triangle Concept, yaitu filosofi gastronomi yang berputar oada tiga tungku segitga yang merupakan Makanan (food), Budaya (culture), dan Sejarah (history).

“Antara food dan history terhubungkan oleh spices (rempah-rempah), kemudian antara history dengan culture terhubungkan oleh story telling (hikayat), dan antara culture dengan food terhubungkan oleh ritual/ceremony (upacara),” ungkap Vita Datau.

Menpar Arief Yahya yang tengah mendatangi acara Ministerial Meeting di Chiang Mai juga ikut menanggapi. Dia mengungkapkan popularitas rendang akan semakin mengangkat citra kuliner nusantara serta pariwisata Indonesia.

“Kuliner ketika sudah siap dipromosikan, dikapitalisasi, maka dia sudah masuk pariwisata. Semakin banyak makanan kita yang dikenal, maka semakin banyak yang ingin ke negara kita. Ini adalah kultur diplomasi bangsa kita,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.*

*